Mangroveku Mangrovemu Juga

Rabu, 25 Maret 2015 09:33:48 - Posting by asmariana - 418 views

KoranPendidikan.com - Saat ini Indonesia dijuluki sebagai negara mangrove terluas dengan tingkat keanekaragaman yang tinggi, sekitar 75 spesies dari total luas mangrove dunia sebesar 21% atau 3,2 juta hektar. Luas inilah yang sekarang dimiliki oleh Indonesia, maka dari itu kita sebagai warga negara Indonesia sudah sepatutnya berbangga diri atas kekayaan alam yang kita miliki ini. Sejalan dengan perkembangan dan kebutuhan manusia yang semakin banyak, manusia mulai memanfaatkan segala potensi di daerah pesisir pantai, termasuk ekosistem mangrove, guna mencukupi kebutuhan hidup mereka. Ada beberapa di antara manusia yang memanfaatkan ekosistem mangrove tersebut, namun tidak menggunakan perencanaan yang tepat dan hanya memperdulikan keuntungan bagi kelangsungan hidup manusia, tanpa memperhitungkan potensi hidup mangrove tersebut. Oleh karena itu, data luas mangrove di Indonesia semakin tahun, bahkan semakin hari semakin berkurang salah satunya akibat konversi, sehingga diketahui data terakhir mengindikasikan total luas mangrove Indonesia dalam dua tahun terakhir ini semakin berkurang hampir 1,1 juta hektar atau 75%. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem mangrove merupakan salah satu diantara habitat lahan basah pantai yang mengalami tekananan pembangunan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ekosistem mangrove tentunya memiliki berbagai fungsi penting bagi kelangsungan hidup di darat, di antaranya sebagai pelindung daerah pesisir untuk mencegah terjadinya abrasi, menjaga kekayaan keanekaragaman hayati, berkontribusi sebagai pengendali iklim global melalui penyerapan karbon, dan masih banyak lainnya. Menyadari pentingnya mangrove bagi kelangsungan hidup manusia, maka sepatutnya kita memberikan pusat perhatian kita untuk mengembangkan potensi mangrove, dengan cara turut serta dalam mengelola ekosistem  mangrove yang dilakukan secara tepat dan terpadu. Pengelolaan tipe ini dianggap lebih baik daripada pengelolaan yang dahulu pernah dilakukan, dimana masih terbilang kurang tepat dan kurang terpadu. Terpadu di sini maksudnya adalah agar dalam memanfaatkan sumber daya alam dapat memperhitungkan antara ekologi dan kebutuhan manusia. Sehingga dibutuhkan suatu strategi khusus yang dapat mengintegrasikan kewenangan pusat dan daerah sesuai dengan kebijakan otonomi daerah dan mampu memberikan arahan dalam penetapan status ekosistem mangrove. Adapun keikutsertaan kita dalam pengelolaan mangrove ini dapat berupa mentaati dan menjalankan perintah dari segala kebijakan otonomi daerah. Sehingga, kita dapat memanfaatkan mangrove kita bersama dengan baik, melalui kerjasama anatara masyarakat atau kita dengan pemerintah pusat maupun daerah. Akhirnya kita dapat memperoleh manfaat dan tetap terjaganya kelestarian mangrove itu sendiri.

Tags #