Kenalilah Aku Lagi, si Mangrove Jantung Pesisir Pantai

Rabu, 25 Maret 2015 09:29:11 - Posting by asmariana - 385 views

KoranPendidikan.com - Kondisi mangrove pada umumnya memiliki tekanan berat, sebagai akibat tekanan krisis ekonomi yang berkepanjangan. Hal ini disebabkan adanya pergantian alih fungsi lahan seperti untuk kepentingan tambak yang kini marak terjadi. Perambahan dan perombakan mangrove oleh masyarakat sebagai wahana pertambakan masyarakat, merupakan salah satu faktor penyebab hilangnya kawasan mangrove. Hal ini dibuktikan dengan tercatatnya hasil penelitian yang menyatakan bahwa pada tahun 2009 luasan mangrove meningkat sebesar 500% dari tahun 2004, namun luasan mangrove pada tahun 2012 mengalami penurunan yang drastis sekitar 8,9% dari tahun 2011. Berdasarkan bukti data tersebut, dapat diketahui semakin tahun semakin berkurangnya lahan mangrove akibat adanya alih fungsi lahan.

Akibat adanya pergantian alih fungsi ini mengakibatkan timbulnya gangguan peranan fungsi pada kawasan Mangrove. Apabila kita mengingat kembali fungsi mangrove bagi kehidupan kita, ternyata diketahui bahwa mangrove memiliki banyak manfaat, seperti sebagai habitat biota laut, perlindungan wilayah pesisir untuk mencegah terjadinya abrasi, dan masih banyak lagi. Banyak masyarakat pesisir pantai menjadikan kawasan mangrove sebagai hamparan lahan pertambakan dengan alasan ikan atau udang yang dikembangbiakan cenderung lebih mudah berkembang dan produksinya menjadi melimpah. Hal ini dikarenakan pada akar tongkat pohon bakau memberi zat makanan dan menjadi daerah nursey bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah bakau ini. Adanya alasan tersebut, maka beberapa masyarakat memanfaatkan kondisi tersebut dalam menjadikan mangrove sebagai lahan pertambakan.

Seharusnya kita mampu memikirkan kembali untuk mengambil tindakan tersebut yang menjadikan kawasan mangrove sebagai pertambakan. Sebab, kita juga harus mempertimbangkan dampak yang akan ditimbulkan akibat ulah kita. Tentunya, akibat tersebut akan menimbulkan efek yang merugikan bagi kehidupan kita. Salah satu dampak yang akan menimbulkan kerugian cukup besar, yakni timbulnya abrasi akibat gelombang laut, yang akan menghantam wilayah pesisisr dan sekitarnya sebagai akibat hilangnya lahan mangrove, maka dapat dikatakan bahwa kawasan mangrove sebagai jantung pesisir pantai. Apabila kita dapat merenungkan kembali, sebenarnya kita bisa memanfaatkan wilayah atau area kosong di sekitar pantai yang dapat digunakan sebagai tempat pertambakan dengan membuat suatu replika kawasan yang kondisinya menyerupai kawasan mangrove. Saat membuat replika tersebut juga harus memperhatikan beberapa aspek penting seperti komponen unsur zat, komponen abiotik, dan beberapa aspek lainnya yang ada di kawasan mangrove, sehingga dapat dibuat replikanya dengan sempurna. Mungkin hal tersebut, dapat dijadikan sebagai referensi bagi masyarakat sekitar, sehingga kita tidak hanya memanfaatkan potensi alam yang ada, namun juga memperhatikan keseimbangan alam yang terjaga keasrihannya, sebagai warisan alam untuk anak cucu kita di masa mendatang.

Tags #